Kode Morse Bobol AI Grok, Hacker Indonesia Diduga Gasak Kripto Rp 3,4 Miliar

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Kode Morse Bobol AI Grok, Hacker Indonesia Diduga Gasak Kripto Rp 3,4 Miliar (Foto: Reuters/kompas)

Ilustrasi. Kode Morse Bobol AI Grok, Hacker Indonesia Diduga Gasak Kripto Rp 3,4 Miliar (Foto: Reuters/kompas)

Kabarinaja.id – Keamanan siber tingkat tinggi baru saja mengguncang ekosistem kecerdasan buatan (AI) dan aset digital. Sistem AI Grok milik xAI di laporkan berhasil di kelabui melalui instruksi tersembunyi menggunakan sandi Morse. Insiden ini mengakibatkan kerugian sebesar 200.000 dollar AS atau setara Rp 3,4 miliar dalam bentuk aset kripto.

Serangan ini menyasar integrasi antara Grok dan Bankrbot, sebuah sistem perdagangan otomatis yang memiliki kendali atas dompet digital. Pelaku, yang di duga kuat merupakan pengguna asal Indonesia dengan akun X @Ilhamrfliansyh (saat ini sudah di hapus), menjalankan strategi berlapis untuk menembus protokol keamanan sistem.

Tahapan serangan di mulai ketika pelaku mengirimkan NFT “Bankr Club Membership” ke alamat dompet yang terhubung dengan Grok. Tindakan ini secara teknis memberikan izin tambahan (permission) kepada AI di dalam ekosistem Bankrbot, termasuk otorisasi transaksi. Celah fatal muncul saat pelaku memerintahkan Grok menerjemahkan deretan kode Morse. Di balik sandi tersebut, tersisip instruksi jahat yang memerintahkan AI mentransfer 3 miliar token DRB melalui jaringan blockchain Base.

Baca Juga :  Cara Download Roblox di Laptop untuk Live TikTok

Dampak Instan di Pasar Kripto

Begitu instruksi di terjemahkan, Bankrbot menganggapnya sebagai perintah valid dan langsung mengirimkan miliaran token ke dompet pelaku. Tak butuh waktu lama, aset tersebut segera dilepas ke pasar. Likuidasi mendadak ini memicu fluktuasi harga token DRB yang signifikan dalam waktu singkat, merugikan pemegang aset lainnya di jaringan tersebut.

Risiko Fatal AI Agent Tanpa Filter

Kasus ini menjadi alarm keras bagi pengembang teknologi AI agent sistem yang memiliki kapabilitas eksekusi tindakan langsung pada server atau sistem finansial. Pakar keamanan siber menilai ini sebagai bentuk nyata dari prompt injection.

Detail Teknis Insiden:

  • Total Kerugian: ± Rp 3,4 Miliar (200.000 dollar AS).

  • Aset Tercuri: 3 Miliar Token DRB.

  • Jaringan: Blockchain Base.

  • Metode: Manipulasi terjemahan kode Morse (Prompt Injection).

Kelemahan Grok terletak pada kemampuannya mengeksekusi perintah hasil terjemahan tanpa verifikasi keamanan berlapis. Saat AI di beri akses langsung ke dompet digital tanpa batasan ketat, celah sekecil sandi Morse sekalipun bisa menjadi pintu masuk bagi aktor kriminal.

Baca Juga :  Cara Registrasi Biometrik Kartu SIM Lewat HP

Langkah Preventif bagi Pengguna

Bagi Anda yang menggunakan bot perdagangan atau AI yang terhubung dengan aset digital, segera lakukan langkah berikut:

  • Batasi Izin (Permissions): Jangan pernah memberikan akses penuh (full control) pada AI untuk melakukan transaksi tanpa konfirmasi manual.

  • Audit Dompet: Periksa secara berkala aset NFT atau token asing yang masuk ke dompet Anda; jangan berinteraksi dengan kontrak pintar yang tidak dikenal.

  • Waspada Prompt: Hindari memasukkan perintah kompleks yang melibatkan bahasa pemrograman atau sandi yang tidak Anda pahami ke dalam AI agent yang terhubung dengan sistem finansial.

***

Berita Terkait

Internet Hilang Saat Perjalanan? Google Maps Tetap Bisa Digunakan
Coding dan AI Baru Menjangkau 25 Persen Sekolah, Ini Kendalanya
Kingston Pertahankan 62% Pasar DRAM, AI Jadi Pendorong
Penyalahgunaan AI Meningkat, Pengawasan Perlu Diperketat
WhatsApp Siapkan Tampilan Baru di Android, Navigasi Makin Modern
Cara Bayar Virtual Account Beda Bank dengan Mudah
Cara Bikin Tanda Tangan di Gmail agar Email Terlihat Profesional
PC Terpaksa Ditaruh di Lantai? Ini Risiko yang Perlu Diperhatikan
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Internet Hilang Saat Perjalanan? Google Maps Tetap Bisa Digunakan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Coding dan AI Baru Menjangkau 25 Persen Sekolah, Ini Kendalanya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Kingston Pertahankan 62% Pasar DRAM, AI Jadi Pendorong

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Penyalahgunaan AI Meningkat, Pengawasan Perlu Diperketat

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

WhatsApp Siapkan Tampilan Baru di Android, Navigasi Makin Modern

Berita Terbaru

Ilustrasi. 5 Kebiasaan Sepele yang Bisa Merusak Layar HP Lipat (Foto: medcom)

Gadget

5 Kebiasaan Sepele yang Bisa Merusak Layar HP Lipat

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:09 WIB