Siti Dewi Sutan Assin, Pembawa Baki Pertama dalam Sejarah RI

Jejak Perjuangan Siti Dewi Sutan Assin dalam Sejarah Upacara Kemerdekaan Indonesia

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Siti Dewi Sutan Assin, Pembawa Baki Pertama dalam Sejarah RI (Foto: Arsip Budiharjo Winarno, Paskibraka 1978 via Detik/RRI)

Siti Dewi Sutan Assin, Pembawa Baki Pertama dalam Sejarah RI (Foto: Arsip Budiharjo Winarno, Paskibraka 1978 via Detik/RRI)

Kabarinaja.id Siti Dewi Sutan Assin tercatat sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Namanya di kenang sebagai pelajar yang mendapat kehormatan membawa baki Bendera Pusaka pada upacara 17 Agustus 1946 di Yogyakarta, sebuah momen yang kemudian menjadi tonggak lahirnya tradisi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Kepercayaan yang di berikan kepadanya menjadikan Siti Dewi Sutan Assin bagian dari perjalanan sejarah nasional. Perannya masih di kenang hingga kini setiap peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Perjalanan Hidup Siti Dewi Sutan Assin

Siti Dewi Sutan Assin lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 5 Oktober 1926. Di lingkungan keluarga dan sahabat, ia lebih di kenal dengan sapaan Titik.

Ayahnya, Sutan Assin, berprofesi sebagai dokter. Ketika mendapat penugasan di Yogyakarta, keluarga mereka ikut berpindah sehingga Titik melanjutkan pendidikan di kota tersebut.

Selama masa sekolah, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial. Selain menjadi relawan Palang Merah, Titik juga terlibat dalam organisasi kepanduan dan membantu kegiatan dapur umum untuk mendukung masyarakat pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Baca Juga :  Operasi Patuh 2026 Dimulai 8 Juni, Ini Pelanggaran yang Jadi Target Polisi

Dipilih Menjadi Pembawa Baki Pertama Indonesia

Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1946, Presiden Soekarno menugaskan Mayor Laut Husein Mutahar untuk menyiapkan pelaksanaan upacara kenegaraan.

Lima Pelajar sebagai Simbol Pancasila

Dalam proses persiapan, Husein Mutahar memilih lima pelajar yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Kelima pelajar tersebut di pandang mewakili semangat generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Jumlah lima orang di pilih sebagai lambang nilai-nilai Pancasila. Dari kelompok itu, Siti Dewi Sutan Assin di percaya membawa baki yang di gunakan untuk menerima Bendera Pusaka dari Presiden Soekarno.

Prosesi bersejarah tersebut berlangsung di Gedung Agung Yogyakarta pada 17 Agustus 1946. Peristiwa itu menjadi salah satu fondasi tradisi pengibaran bendera yang terus di pertahankan hingga sekarang melalui Paskibraka.

Menempuh Pendidikan hingga Tinggal di Luar Negeri

Setelah ibu kota negara kembali ke Jakarta pada 1950, orang tuanya mengirim Titik melanjutkan pendidikan ke Belanda.

Baca Juga :  Isi Garasi Dadan Hindayana Usai Dicopot dari Kepala BGN

Ia mendalami bidang keguruan dan pendidikan karena memiliki keinginan untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Sekembalinya ke Tanah Air, Titik bertemu kembali dengan Atmono Suryo, kakak kelasnya semasa sekolah. Hubungan keduanya berkembang hingga akhirnya menikah.

Atmono Suryo kemudian menjalankan tugas sebagai diplomat sekaligus duta besar Republik Indonesia di sejumlah negara. Karena penugasan tersebut, pasangan ini menetap di Amerika Serikat dalam kurun waktu tertentu.

Warisan Sejarah yang Tetap Dikenang

Siti Dewi Sutan Assin meninggal dunia pada 20 Desember 2000. Ia di makamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet, Jakarta.

Meski telah berpulang, kiprahnya sebagai pembawa baki pertama dalam upacara kemerdekaan tetap menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia. Sosoknya merepresentasikan peran generasi muda yang dipercaya mengemban tugas kenegaraan pada awal masa kemerdekaan sekaligus menjadi inspirasi bagi anggota Paskibraka dari generasi ke generasi. (Wd/*)

Berita Terkait

Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru dan Perjalanan Kariernya
Purbaya Dicopot Prabowo, Suahasil Nazara Kini Jadi Menkeu
Iuran BPJS Kesehatan September 2026 Masih Segini
Royalti Netflix Rp75 Miliar, LMKN Siapkan Langkah Hukum
Jurnalis Hilang Selat Sunda Dicari Warga Carita
Kalsel Nihil Hotspot, Karhutla Kini Dipantau Ketat di Kalbar
Gambut Jadi Tantangan, Ini Wilayah Karhutla Tersulit di Kalbar
Bukan Gaptek, Generasi 40+ Justru Makin Aktif di Dunia Digital
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 08:06 WIB

Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru dan Perjalanan Kariernya

Selasa, 15 September 2026 - 06:39 WIB

Purbaya Dicopot Prabowo, Suahasil Nazara Kini Jadi Menkeu

Senin, 14 September 2026 - 13:07 WIB

Iuran BPJS Kesehatan September 2026 Masih Segini

Jumat, 11 September 2026 - 09:04 WIB

Royalti Netflix Rp75 Miliar, LMKN Siapkan Langkah Hukum

Kamis, 10 September 2026 - 21:06 WIB

Jurnalis Hilang Selat Sunda Dicari Warga Carita

Berita Terbaru

Andre Taulany dan Amanda Rigby (Foto: youtube/medcom)

Showbiz

Andre Taulany dan Amanda Rigby Resmi Menikah

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:18 WIB

Kabut Asap Perairan Jambi, Nelayan Diminta Waspada

Daerah

Kabut Asap Perairan Jambi, Nelayan Diminta Waspada

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:04 WIB

Tier List MLBB Season 42: Hero S-Tier Terbaru (Foto: duniagames)

Game

Tier List MLBB Season 42: Hero S-Tier Terbaru

Sabtu, 19 Sep 2026 - 09:06 WIB