Kabarinaja.id – Valve resmi mengumumkan harga perangkat gaming terbarunya, Steam Machine, setelah delapan bulan di nanti sejak pengenalan pertamanya. Pengumuman PC gaming bergaya konsol ini di rilis melalui blog resmi perusahaan pada Selasa, 23 Juni 2026. Kebijakan harga ini langsung memicu sorotan tajam dari komunitas gamer global.
Perusahaan menetapkan harga model paling terjangkau Steam Machine sebesar USD 1.049 atau sekitar Rp18,7 juta untuk kapasitas penyimpanan 512GB tanpa Steam Controller. Varian lain bergerak naik ke angka USD 1.128 (Rp20 juta) dan USD 1.349 (Rp24 juta). Sementara itu, paket terlengkap dengan kapasitas 2TB beserta Steam Controller menyentuh harga tertinggi USD 1.428 atau berkisar Rp25,5 juta.
Jika membandingkan angka tersebut dengan PS5 Pro milik Sony yang di jual USD 699,99 (sekitar Rp12,4 juta), versi termurah Steam Machine sudah 50 persen lebih mahal. Fakta ini menempatkan perangkat anyar Valve langsung ke dalam kategori hardware premium.
Lonjakan Harga Komponen Akibat Tren Infrastruktur AI
Valve mengakui target harga awal Steam Machine sudah tidak mungkin di wujudkan. Melalui pernyataan resmi, perusahaan bentukan Gabe Newell tersebut menjelaskan bahwa lonjakan harga RAM dan storage menjadi penyebab utama. Lonjakan ini dipicu oleh meledaknya permintaan komponen hardware untuk kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di tingkat global.
Saat Valve mulai menyusun rantai pasokan pada tahun 2023, mereka mengacu pada asumsi lama bahwa harga komponen PC akan bergerak turun seiring waktu. Namun, kalkulasi tersebut meleset jauh dari realitas pasar saat ini.
Selama setahun terakhir, peta industri berubah dengan cepat dan signifikan, terutama pada sektor memori. Efek keseluruhan dari pergeseran pasar ini membuat target harga yang di rancang sejak awal oleh Valve terpaksa gugur. Perusahaan bahkan sempat menghadapi periode sulit karena sama sekali tidak bisa mendapatkan pasokan komponen tertentu, terlepas dari berapa pun nominal yang mereka tawarkan.
Kelangkaan pasokan ini berdampak langsung pada volume produksi massal. Valve kini menerapkan sistem reservasi dengan sistem antrean yang ketat. Antrean untuk pemesanan Steam Controller saja tercatat sudah memanjang hingga tahun 2027, sehingga unit Steam Machine di pastikan akan sangat sulit didapat dalam waktu dekat. Valve berada di posisi dilematis, karena menurunkan harga akan membuat perusahaan menjual rugi, sedangkan mempertahankan harga berisiko kehilangan calon pembeli potensial.
Spesifikasi dan Perbandingan Daya Tarik Pasar
Steam Machine pada dasarnya bukan sekadar konsol mainstream biasa. Perangkat ini menjalankan sistem operasi SteamOS berbasis Linux. Sistem ini memberikan akses penuh ke seluruh pustaka (library) akun Steam milik pengguna dengan kenyamanan bermain dari sofa layaknya konsol rumahan.
Namun, posisi harga di atas USD 1.000 membuat nilai jual perangkat ini terasa berat di mata konsumen. PS5 Pro menawarkan ekosistem eksklusif yang matang, kenyamanan sistem plug-and-play, serta harga yang jauh lebih kompetitif. Kendati Steam Machine menawarkan fleksibilitas penuh layaknya platform PC, nominal tinggi tersebut memaksa target pasar mereka berpikir ulang.
Berikut adalah rincian lengkap daftar harga Steam Machine per Juni 2026:
| Varian Perangkat | Harga (USD) | Estimasi (Rupiah) |
| 512GB tanpa Controller | USD 1.049 | Rp18,7 juta |
| 512GB + Controller Bundle | USD 1.128 | Rp20 juta |
| 2TB tanpa Controller | USD 1.349 | Rp24 juta |
| 2TB + Controller Bundle | USD 1.428 | Rp25,5 juta |
Perangkat ini bersaing ketat dengan komputer rakitan atau laptop gaming kelas atas yang sudah tersedia di pasar. Sayangnya, PC gaming perdana buatan Valve ini tidak di distribusikan secara resmi di pasar Indonesia.
Gamer domestik yang tertarik memiliki perangkat ini harus membelinya dari negara tetangga terdekat seperti Australia. Opsi pembelian lain tersedia untuk wilayah Jepang, Hong Kong, dan Taiwan melalui Komodo selaku distributor resmi Valve. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi mengenai rencana perluasan wilayah penjualan ke negara lain.
Kilas Balik Fleksibilitas Ekosistem Valve Steam Deck
Langkah Valve meluncurkan Steam Machine melengkapi portofolio perangkat keras mereka setelah kesuksesan Steam Deck. Konsol game handheld tersebut telah mengubah peta permainan portabel sejak pertama kali diumumkan pada 16 Juli 2021.
Steam Deck dirancang untuk membawa pengalaman gaming PC lengkap ke dalam genggaman tangan. Konsep ini memungkinkan pengguna mengakses seluruh koleksi game mereka di mana saja.
Perangkat genggam tersebut mengintegrasikan fungsi PC standar, sehingga pengguna bisa menjelajahi internet serta memasang perangkat lunak pihak ketiga. Unit ini didistribusikan secara resmi mulai 25 Februari 2022 setelah melewati masa prapemesanan.
Sama seperti penerusnya, Steam Deck mengandalkan keandalan SteamOS berbasis Linux yang dioptimalkan khusus untuk perangkat portabel tanpa memangkas fleksibilitas sistem operasi desktop. Langkah taktis pada masa lalu inilah yang menjadi fondasi Valve dalam mengembangkan ekosistem Steam Machine saat ini. (Wd/*)









