Kabarinaja.id – Pengembang Rebel Wolves bersama penerbit Bandai Namco Entertainment resmi mengumumkan tanggal perilisan game Action-RPG open world terbaru mereka, The Blood of Dawnwalker. Game bertema dark fantasy ini di jadwalkan meluncur pada 3 September 2026 untuk platform PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam.
Pengumuman tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam ajang Summer Game Fest 2026. Melalui presentasi resminya, tim pengembang memamerkan trailer gameplay yang memperlihatkan atmosfer kelam abad ke-14 dengan latar wilayah Pegunungan Carpathian.
Pemain akan mengendalikan karakter bernama Coen, seorang Dawnwalker yang memiliki kutukan unik. Coen hidup sebagai manusia biasa ketika matahari terbit, namun ia akan bermutasi menjadi vampir yang mengerikan saat malam tiba.
Misi Penyelamatan di Vale Sangora
Alur cerita berfokus pada perjuangan Coen untuk menyelamatkan keluarganya yang di sandera oleh Brencis, penguasa vampir kejam di wilayah Vale Sangora. Pengembang memastikan bahwa setiap pilihan yang diambil pemain sepanjang petualangan akan memengaruhi arah narasi dan memberikan pengalaman bermain yang personal.
Rebel Wolves juga memberikan kejutan dengan menampilkan teaser CGI yang memperlihatkan masa depan dari proyek Dawnwalker Saga. Potongan video tersebut memicu spekulasi luas karena menampilkan sosok Coen yang berada di lingkungan modern abad ke-21.
Menanggapi rasa penasaran publik, Konrad Tomaszkiewicz selaku Game Director sekaligus Co-Founder Rebel Wolves langsung memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan bahwa The Blood of Dawnwalker merupakan sebuah cerita yang berdiri sendiri (standalone).
“Setiap judul dalam seri ini akan memiliki kisahnya sendiri tanpa cliffhanger naratif atau elemen perjalanan waktu yang membingungkan. Kami ingin memastikan The Blood of Dawnwalker memberikan pengalaman yang utuh dan definitif,” ujar Konrad.
Menjelajahi Era dan Budaya Baru
Meskipun berstatus standalone, proyek jangka panjang Dawnwalker Saga nantinya di rancang untuk membawa pemain menjelajahi berbagai benua, era sejarah, dan kebudayaan yang berbeda di seluruh dunia. Game pertama ini di pastikan menjadi fondasi awal untuk semesta yang lebih luas.
Jakub Szamałek selaku Narrative Director Rebel Wolves menambahkan bahwa perseteruan antara Coen dan Brencis akan selesai sepenuhnya pada game pertama ini. Namun, ia membocorkan bahwa pemain yang jeli dapat menemukan berbagai petunjuk tersembunyi yang menghubungkan plot besar di sepanjang saga ini.
Proyek debut dari Rebel Wolves ini di bangun menggunakan teknologi mutakhir Unreal Engine 5. Kehadiran game ini memicu antusiasme tinggi dari komunitas global, mengingat studio baru tersebut di isi oleh para jurnalis dan veteran berpengalaman di industri game. (Wd/*)









