Kabarinaja.id – Pasar kendaraan hybrid di Indonesia semakin menunjukkan geliat positif. Kehadiran berbagai model baru dalam beberapa bulan terakhir menjadi indikasi bahwa minat masyarakat terhadap mobil ramah lingkungan terus meningkat.
Di tengah tren tersebut, produsen otomotif berlomba menghadirkan kendaraan yang menawarkan efisiensi bahan bakar tanpa harus bergantung sepenuhnya pada infrastruktur pengisian daya seperti mobil listrik murni.
Setelah Wuling memperkenalkan Eksion dalam pilihan EV dan plug-in hybrid (PHEV), kini giliran BYD yang di kabarkan siap meluncurkan MPV hybrid terbarunya, M6 DM (Dual Mode). Mobil ini mengusung teknologi PHEV yang memungkinkan penggunaan motor listrik sekaligus mesin bensin untuk menunjang mobilitas harian.
Meski berada di segmen yang berbeda dengan Wuling Eksion PHEV yang berwujud SUV tujuh penumpang, kehadiran BYD M6 DM di yakini bakal menambah sengit persaingan kendaraan elektrifikasi di pasar nasional.
BYD M6 DM Berpotensi Ganggu Dominasi MPV Hybrid
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa BYD M6 DM akan di pasarkan dengan harga mulai sekitar Rp310 jutaan. Jika angka tersebut terealisasi saat peluncuran resmi, maka mobil ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mengincar MPV keluarga berteknologi hybrid.
Harga tersebut juga menempatkan M6 DM cukup dekat dengan sejumlah model hybrid populer di kelas yang sama, termasuk Toyota Veloz Hybrid yang saat ini di pasarkan mulai Rp303 jutaan.
Dengan kombinasi teknologi plug-in hybrid dan banderol yang kompetitif, BYD di perkirakan mampu menarik perhatian konsumen yang menginginkan kendaraan hemat bahan bakar sekaligus memiliki kemampuan berkendara listrik untuk jarak tertentu.
Situasi ini menjadi tantangan baru bagi para pemain lama yang telah lebih dahulu mengisi pasar hybrid di Indonesia.
Harga Sejumlah Mobil Hybrid Naik pada Juni 2026
Memasuki pertengahan tahun 2026, sejumlah pabrikan juga mulai melakukan penyesuaian harga pada lini kendaraan hybrid mereka.
Suzuki tercatat menaikkan harga beberapa varian XL7 Hybrid setelah sebelumnya melakukan revisi harga Fronx pada Mei lalu. Kenaikan serupa juga terjadi pada beberapa model Toyota seperti Kijang Innova Zenix Hybrid, Vios Hybrid, Corolla Cross Hybrid hingga Alphard Hybrid.
Di sisi lain, Wuling juga di sebut tengah bersiap melakukan penyesuaian harga untuk Eksion PHEV. Langkah tersebut sejalan dengan tingginya minat konsumen, di mana pemesanan kendaraan tersebut telah mencapai sekitar 1.500 unit.
Saat ini Wuling masih menawarkan harga promosi khusus bagi 2.000 konsumen pertama. Setelah kuota tersebut terpenuhi, harga kendaraan berpotensi mengalami kenaikan.
Berdasarkan daftar harga terbaru Juni 2026, Toyota Veloz Hybrid menjadi salah satu mobil hybrid paling terjangkau dengan harga mulai Rp303 juta. Sementara di segmen SUV hybrid, Suzuki XL7 Hybrid dipasarkan mulai Rp292,9 juta dan Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid di banderol Rp299,85 juta.
Untuk segmen premium, Toyota Alphard Hybrid kini di jual mulai Rp1,73 miliar, sedangkan Hyundai Palisade Hybrid di banderol mulai Rp1,13 miliar. Adapun kendaraan hybrid paling mahal dalam daftar tersebut masih di tempati Toyota Vellfire Hybrid yang menyentuh harga lebih dari Rp1,87 miliar.
Semakin banyaknya pilihan model serta rentang harga yang semakin beragam menunjukkan bahwa pasar kendaraan hybrid Indonesia tengah memasuki fase pertumbuhan yang signifikan. Kehadiran pemain baru seperti BYD di perkirakan akan membuat persaingan semakin kompetitif dan memberikan lebih banyak alternatif bagi konsumen.(Tim)









