NASA Uji Pesawat Supersonik X-59 Tanpa Sonic Boom

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat X-59 NASA (Foto: NASA/Jim Ross/kumparan)

Pesawat X-59 NASA (Foto: NASA/Jim Ross/kumparan)

Kabarinaja.id – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bersiap memulai serangkaian uji coba krusial untuk jet supersonik generasi terbaru mereka, X-59, pada awal Juni 2026. Jet eksperimental ini mengusung misi revolusioner, yaitu menembus kecepatan suara tanpa menghasilkan dentuman keras (sonic boom) yang selama ini mengganggu wilayah berpenduduk.

Demonstrasi mendatang akan menguji kemampuan X-59 melesat dengan kecepatan lebih dari 1.014 kilometer per jam. Pesawat tersebut bakal mengangkasa pada ketinggian sekitar 13.106 meter untuk membuktikan rekayasa teknologi senyapnya. Uji coba ini menjadi fase paling penting setelah jet tersebut menyelesaikan 14 kali penerbangan sejak debut perdananya pada Oktober 2025.

Manajer Proyek Low Boom Flight Demonstrator NASA, Cathy Bahm, menyatakan bahwa agenda terdekat merupakan momen pertama bagi pesawat unik ini untuk terbang dalam kondisi supersonik. Tim teknis kini mulai memasuki titik pengujian kondisi misi yang menjadi tujuan utama dari perancangan desain X-59.

Baca Juga :  XLSmart Targetkan 5G Hadir di 88 Kota, Kecepatan Internet Tembus 100 Mbps

Secara fisis, sonic boom terjadi saat sebuah objek bergerak melampaui kecepatan suara dan menciptakan tumpukan gelombang tekanan di udara. Gelombang tersebut memadat dan bergabung menjadi satu gelombang kejut (shockwave) besar, sehingga memicu suara ledakan mirip petir di permukaan bumi. Fenomena serupa dalam skala mini dapat terdengar dari suara letupan ujung cambuk saat di ayunkan.

Kebisingan ekstrem dari gelombang kejut inilah yang membuat penerbangan supersonik komersial di larang di atas wilayah daratan. Guna mengatasi kendala tersebut, NASA merancang struktur X-59 secara radikal demi memecah dan menyebarkan gelombang tekanan sebelum menyatu menjadi gelombang kejut.

Rahasia utama tingkat kebisingan yang rendah ini terletak pada bagian hidung pesawat yang di buat sangat panjang, ramping, dan meruncing. Moncong khas tersebut mendominasi sepertiga dari total panjang badan pesawat yang mencapai 30,3 meter. Lewat desain geometris ini, energi tersorot dan tersebar secara bertahap, sehingga suara yang terdengar di darat hanya berupa dentuman lembut.

Baca Juga :  Cara Menyembunyikan File di HP Android, Praktis dan Aman

Kendati demikian, X-59 murni berstatus sebagai pesawat eksperimental dan bukan prototipe langsung untuk maskapai komersial. Namun, data serta hasil evaluasi dari pengujian ini akan menjadi fondasi regulasi dan teknologi bagi industri penerbangan masa depan.

Sejarah mencatat bahwa proyek eksperimental selalu menjadi batu loncatan teknologi penerbangan sipil, mirip seperti peran pesawat roket Bell X-1 yang membuka jalan bagi jet supersonik legendaris Concorde.

Cathy Bahm menegaskan bahwa pencapaian target misi supersonik ini bukan sekadar kemajuan teknologi biasa. Keberhasilan tahapan ini merupakan buah dari ketekunan, inovasi, serta kerja sama tim selama bertahun-tahun yang membawa industri semakin dekat ke era penerbangan komersial supersonik yang ramah lingkungan. (Wd/*)

Berita Terkait

Peringatan Keamanan Windows 11 Terus Muncul, Ini Penyebabnya
Dugaan Monopoli Game Digital, Sony Bayar Rp120 Miliar
Larangan AI Siswa New York Berlaku Mulai Tahun Ajaran Baru
AMD Zen 6 AM5, Upgrade CPU Tak Perlu Ganti Motherboard
Moskow Makin Dekat, Kunjungan Wisatawan Indonesia Terus Naik
Data 12 TB Steam Bocor, Jejak Half-Life 2 Ikut Terungkap
10 Ide PP WA Kosong Aesthetic yang Simpel dan Elegan
Voucher Apple Rp2 Juta Cuma Rp10 Ribu, Ini Cara Dapatnya
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:02 WIB

Peringatan Keamanan Windows 11 Terus Muncul, Ini Penyebabnya

Kamis, 3 September 2026 - 15:07 WIB

Dugaan Monopoli Game Digital, Sony Bayar Rp120 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 14:07 WIB

Larangan AI Siswa New York Berlaku Mulai Tahun Ajaran Baru

Kamis, 3 September 2026 - 10:05 WIB

AMD Zen 6 AM5, Upgrade CPU Tak Perlu Ganti Motherboard

Rabu, 2 September 2026 - 16:05 WIB

Moskow Makin Dekat, Kunjungan Wisatawan Indonesia Terus Naik

Berita Terbaru

Kolase makanan kekinian yang dapat menjadi inspirasi bagi pemula untuk memulai usaha kuliner dari rumah.

Kuliner

10 Ide Jualan Kekinian yang Bisa Dimulai dari Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:04 WIB

Ilustrasi yang menggambarkan Al-Khawarizmi mempelajari matematika di masa lalu, sementara konsep algoritma berkembang menjadi bagian penting teknologi digital masa kini.

Tokoh

Al-Khawarizmi dan Algoritma yang Mengubah Dunia

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Seorang penjual mempromosikan kaus melalui siaran langsung dengan bantuan kamera dan ring light. (Foto: pegadaian/Ai)

Ekonomi

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 Sep 2026 - 17:06 WIB