Kabarinaja.id- Ribuan lowongan kerja dari berbagai sektor industri di buka dalam ajang Job Fair dan Entrepreneur 2026 yang digelar Forum Komunikasi Bursa Kerja Khusus (FK BKK) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 21-22 Mei 2026, di Pendopo Gedhe Alun-alun Kidul Boyolali mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Sebanyak 37 perusahaan ambil bagian dalam bursa kerja tersebut. Perusahaan yang hadir berasal dari sektor retail, manufaktur, teknologi, hingga layanan industri lainnya yang saat ini tengah membutuhkan tenaga kerja baru.
Ketua FK BKK Kabupaten Boyolali sekaligus Ketua Panitia, Ridwan, menyebut total lowongan yang tersedia mencapai 9.637 posisi untuk penempatan di dalam maupun luar negeri.
“Jumlah formasi jabatan yang tersedia sebanyak 28 jabatan,” ujar Ridwan, Rabu (20/5/2026).
Dari total kebutuhan tenaga kerja tersebut, lowongan dalam negeri tersedia untuk 2.961 orang. Rinciannya, 984 posisi diperuntukkan bagi laki-laki dan 1.280 posisi untuk perempuan.
Sementara peluang kerja luar negeri juga cukup besar dengan kebutuhan tenaga kerja mencapai 2.100 orang. Formasi itu terdiri dari 600 laki-laki dan 1.500 perempuan.
Program Magang Jepang Jadi Daya Tarik
Tak hanya membuka rekrutmen kerja reguler, panitia juga menyediakan program magang ke Jepang melalui skema sending organization (SO). Program tersebut menyediakan kuota ratusan peserta dan menjadi salah satu incaran pencari kerja muda yang ingin mendapatkan pengalaman kerja internasional.
Menurut Ridwan, tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang terus bertambah menjelang pelaksanaan acara. Hingga 18 Mei 2026, tercatat 675 orang telah mendaftar secara online.
“Dari jumlah tersebut, 504 pendaftar berasal dari Boyolali dan 171 lainnya dari luar daerah,” jelasnya.
Panitia menargetkan sekitar 1.000 pengunjung hadir selama pelaksanaan job fair berlangsung. Kehadiran ribuan pencari kerja itu di harapkan mampu mempertemukan kebutuhan industri dengan tenaga kerja siap pakai dari berbagai jenjang pendidikan.
Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, kegiatan seperti job fair dinilai masih menjadi jalur efektif bagi pencari kerja untuk bertemu langsung dengan perusahaan. Banyak perusahaan kini lebih terbuka merekrut lulusan baru selama memiliki keterampilan dasar dan kesiapan kerja yang baik.
Tak sedikit perusahaan juga mulai mencari kandidat yang menguasai teknologi digital, komunikasi, dan kemampuan adaptasi tinggi. Karena itu, lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi di dorong untuk aktif mengikuti pelatihan tambahan agar lebih kompetitif di pasar kerja.
Pemkab Boyolali Dorong Penurunan Pengangguran
Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Boyolali, Sawitri Danik Rahayuni, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
“Ini menjadi salah satu faktor pendorong keberhasilan upaya penurunan angka pengangguran di Kabupaten Boyolali,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, menilai job fair memiliki peran strategis karena mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja secara langsung melalui proses rekrutmen yang lebih terbuka.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi jembatan bagi lulusan baru SMA, SMK, maupun perguruan tinggi agar lebih cepat masuk ke dunia kerja.
“Harapannya kegiatan ini dapat membuka akses ribuan lowongan pekerjaan dari berbagai sektor, seperti manufaktur, perbankan, teknologi, hingga kesehatan,” ungkap Sadimin.
Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa terus di gelar secara berkala agar mampu memperkuat hubungan antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Dengan pola tersebut, lulusan sekolah maupun perguruan tinggi di harapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.(Tim)









