Kabarinaja,Muaro Jambi: MTQ ke 54 Tingkat Provinsi Jambi berakhir Jumat (21/11/2025), hasil resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an Tahun 2025 tersebut ditetapkan melalui SK Dewan Hakim Nomor 06 Tahun 2025. Kota Sungai Penuh mencatat prestasi dengan menempati peringkat keempat, sementara Kabupaten Kerinci harus menerima posisi terbawah dari total 11 daerah peserta. Pada gelaran yang berlangsung di Kabupaten Muaro Jambi tersebut, Kota Jambi kembali mempertahankan dominasinya sebagai Juara Umum dengan nilai 703.
Sungai Penuh mengumpulkan total nilai 187 dan tampil kuat pada sejumlah cabang yang selama ini menjadi andalan. Meski tidak masuk tiga besar, kafilah daerah itu sukses meraih beberapa juara pertama yang memberi kontribusi penting dalam klasemen akhir. Para peserta dari Sungai Penuh dianggap mampu menjaga konsistensi penampilan meski persaingan di tahun ini disebut lebih ketat dibanding edisi sebelumnya.
Beberapa capaian utama Sungai Penuh di antaranya diraih oleh Dede Putra sebagai Juara I Qori Dewasa dengan nilai 97,83 serta dua kemenangan pada cabang Hifzh 1 Juz melalui M. Dapiq Assidik dan Nayla Aupa Dania. Selain itu, Jusmiarti turut memperkuat perolehan daerah dengan meraih Juara I kategori Cacat Netra Qariah, disusul prestasi dari Vesi Frieola dan Muhammad Aufar yang berhasil finis di posisi ketiga pada cabang masing-masing.
Sejumlah cabang yang menjadi unggulan Sungai Penuh seperti Tilawah, Hifzh Qur’an, dan kategori disabilitas netra kembali menjadi penyumbang nilai terbesar. Pemerintah daerah setempat menyampaikan apresiasi atas capaian para peserta yang dinilai mampu membawa nama daerah tetap bersaing di tingkat provinsi.
Di sisi lain, Kabupaten Kerinci menutup klasemen dengan total nilai 26. Meski berada di peringkat ke-11, Kerinci tetap mencatatkan beberapa prestasi yang diapresiasi publik. Kemenangan tim Fahmil Qur’an Putra menjadi sorotan utama setelah mencetak nilai 750, tertinggi untuk Kerinci pada MTQ tahun ini.
Klasemen akhir MTQ 2025 menempatkan Kota Jambi sebagai Juara Umum disusul Muaro Jambi dengan nilai 532 dan Tanjab Barat dengan nilai 410. Sungai Penuh berada di posisi keempat dengan selisih cukup jauh dari tiga besar, sementara Batanghari, Sarolangun, Tanjab Timur, Merangin, Tebo, dan Bungo menempati urutan berikutnya.









