Kabarinaja.id – Rockstar Games berpotensi mencetak rekor baru lewat anggaran pengembangan Grand Theft Auto (GTA) VI yang fantastis. Proyek teranyar ini di prediksi menelan biaya pembuatan GTA 6 lebih dari 2 miliar dolar AS. Jika dikonversi dengan kurs saat ini, angka tersebut setara dengan Rp34 triliun hingga Rp51 triliun setelah mengakomodasi biaya pemasaran serta distribusi global.
Analisis Laporan Keuangan Rockstar North
Spekulasi mengenai lonjakan anggaran ini mencuat setelah komunitas gamer menganalisis laporan keuangan publik milik Rockstar North di Inggris. Dokumen finansial tersebut menunjukkan bahwa studio utama di balik waralaba GTA ini telah menggelontorkan dana lebih dari £2,1 miliar atau sekitar 2,7 miliar dolar AS sejak tahun 2019.
Seorang pengguna Reddit yang mendalami laporan keuangan tersebut meyakini investasi total Rockstar berada jauh di atas angka 2 miliar dolar AS. Kendati demikian, kalkulasi ini murni merupakan analisis independen komunitas. Pihak Rockstar Games maupun induk perusahaannya, Take-Two Interactive, hingga kini belum memberikan konfirmasi resmi.
Lompatan Anggaran Dibandingkan Seri Terdahulu
Jika proyeksi komunitas ini terbukti akurat, GTA 6 otomatis menjadi video game dengan biaya produksi termahal sepanjang sejarah. Mayoritas game kategori AAA modern biasanya hanya membutuhkan anggaran sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp1,7 triliun.
Sebagai perbandingan, GTA V yang meluncur pada tahun 2013 silam menghabiskan dana kisaran 265 juta dolar AS atau sekitar Rp4,5 triliun. Selisih angka yang masif ini mencerminkan betapa ambisiusnya skala proyek terbaru yang sedang digarap oleh Rockstar.
Sebelum analisis ini mencuat, estimasi biaya produksi GTA 6 santer dikabarkan menyentuh 1 miliar dolar AS. Namun, data terbaru dari dokumen keuangan Rockstar North mengindikasikan bahwa anggaran riilnya telah membengkak hingga dua kali lipat dari prediksi awal.
Alasan Di Balik Tingginya Biaya Produksi
Kompleksitas visual dan skala dunia permainan menjadi faktor utama yang mendongkrak biaya pembuatan GTA 6. Rockstar Games merancang dunia open-world yang jauh lebih luas dengan tingkat detail yang luar biasa tinggi untuk memanjakan para pemain.
Game ini akan membawa pemain bernostalgia ke Vice City dalam versi modern yang lebih hidup. Kota fiktif tersebut menjanjikan aktivitas yang lebih dinamis, kecerdasan buatan (AI) NPC yang lebih pintar, serta kualitas grafis mutakhir yang memaksimalkan konsol generasi terbaru.
Masa pengembangan yang memakan waktu bertahun-tahun juga ikut menguras anggaran perusahaan. Proyek skala besar ini melibatkan ribuan pengembang dari berbagai jaringan studio Rockstar di seluruh penjuru dunia. Biaya operasional pun terus mengalir untuk fase pengujian intensif, optimalisasi performa, hingga persiapan rantai distribusi global menjelang hari peluncuran.
Menanti Keterangan Resmi Rockstar
Manajemen Rockstar Games tetap memilih bungkam dan tidak pernah membeberkan nominal pasti anggaran operasional GTA 6 ke publik. Seluruh spekulasi angka yang beredar sejauh ini murni bersumber dari kalkulasi dokumen keuangan, investigasi media, serta prediksi para pengamat.
Oleh karena itu, publik sebaiknya menempatkan nominal puluhan triliun tersebut sebagai estimasi kasar, bukan data valid dari korporasi. Meski demikian, para analis industri sepakat bahwa GTA 6 memegang posisi sebagai salah satu proyek hiburan digital dengan investasi paling masif yang pernah ada. (Wd/*)









