Waspada Monkey Malaria, IDAI Temukan 79 Kasus di Indonesia

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarinaja.id – Masyarakat Indonesia di minta agar lebih waspada terhadap kemunculan monkey malaria atau malaria knowlesi yang mulai di temukan di sejumlah daerah. Penyakit ini merupakan jenis malaria yang berasal dari primata dan dapat menular ke manusia melalui gigitan nyamuk pembawa parasit.

Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropik IDAI, dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis menjelaskan bahwa monkey malaria di picu oleh infeksi parasit Plasmodium knowlesi. Parasit tersebut selama ini banyak di temukan pada monyet liar di kawasan hutan tropis Asia Tenggara.

Menurutnya, penularan penyakit tidak terjadi secara langsung dari monyet ke manusia. Nyamuk berperan sebagai perantara setelah lebih dulu menggigit hewan yang terinfeksi, lalu menularkan parasit saat menggigit manusia.

“Penularannya tetap melalui vektor nyamuk. Nyamuk yang sudah menggigit monyet terinfeksi dapat membawa parasit dan menularkannya ke manusia,” jelas dr. Inke dalam webinar yang di kutip Kamis (14/5).

Puluhan Kasus Diduga Tercatat Sepanjang 2026

IDAI mengungkapkan jumlah kasus yang di duga berkaitan dengan malaria knowlesi mulai meningkat sepanjang 2026. Hingga April, tercatat sudah ada puluhan laporan yang masuk dari berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Merasa Makan Sedikit tapi Berat Badan Naik? Ini Kata Ahli

“Sepanjang 2026 hingga April saja sudah ada 79 kasus yang di sangkakan malaria knowlesi,” ujar Inke.

Kasus dugaan monkey malaria tidak hanya di temukan di Aceh. Beberapa laporan serupa juga muncul di wilayah Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi yang memiliki kawasan hutan cukup luas dan habitat primata liar.

Kemunculan kasus ini membuat para tenaga kesehatan meminta masyarakat yang sering beraktivitas di area perkebunan, hutan, atau daerah terpencil untuk lebih berhati-hati. Risiko penularan di nilai lebih tinggi di lokasi yang menjadi habitat nyamuk malaria dan populasi monyet liar.

Sejumlah ahli kesehatan menilai perubahan lingkungan, pembukaan lahan, hingga meningkatnya interaksi manusia dengan habitat satwa liar dapat memicu bertambahnya potensi penularan penyakit zoonosis, termasuk malaria knowlesi. Kondisi tersebut membuat pengawasan kesehatan di wilayah endemis perlu di perkuat.

Baca Juga :  Cara Mengonsumsi Madu yang Benar untuk Kesehatan

Gejala Mirip Malaria Biasa, Tetapi Bisa Memburuk Cepat

Gejala monkey malaria umumnya hampir sama seperti malaria pada umumnya. Penderita biasanya mengalami demam tinggi, menggigil, sakit kepala, tubuh berkeringat, nyeri otot, mual, muntah, hingga kondisi tubuh yang terasa sangat lemas.

Meski gejalanya terlihat umum, malaria knowlesi di sebut dapat berkembang menjadi lebih berat dalam waktu singkat apabila terlambat di tangani. Pada beberapa kasus, pasien bisa mengalami gangguan organ hingga komplikasi serius.

Karena itu, masyarakat di minta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala malaria setelah bepergian atau beraktivitas di kawasan dengan populasi monyet dan nyamuk tinggi. Penanganan sejak dini di nilai penting untuk mencegah kondisi pasien memburuk.

Pencegahan juga dapat di lakukan dengan mengurangi paparan gigitan nyamuk, seperti menggunakan pakaian tertutup, obat antinyamuk, serta menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal atau lokasi aktivitas luar ruangan.(Tim)

Berita Terkait

Asap Mengganggu Komunikasi, Relawan Karhutla Banjarmasin Butuh Peralatan Tambahan
Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya
Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Lima Program untuk Santri
Hari Santri 2026, Prabowo Soroti Peran Pesantren bagi Bangsa
Ingin Mengetahui Nilai Tanah? Begini Cara Mengeceknya Lewat BHUMI ATR/BPN
Cara Download Kartu Nikah Digital melalui Simkah Kemenag
Meutya Hafid Ajak Anak Seimbangkan Aktivitas Digital
Mulai 2027, Pensiunan Berpeluang Terima Uang Langsung ke Rekening
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Asap Mengganggu Komunikasi, Relawan Karhutla Banjarmasin Butuh Peralatan Tambahan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Lima Program untuk Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Hari Santri 2026, Prabowo Soroti Peran Pesantren bagi Bangsa

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:04 WIB

Ingin Mengetahui Nilai Tanah? Begini Cara Mengeceknya Lewat BHUMI ATR/BPN

Berita Terbaru

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya (Foto:  Pemkab Lumajang/rri)

Nasional

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:13 WIB

 Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif (Foto: Medcom/Rafi)

Ekonomi

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:19 WIB

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Kesehatan

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:04 WIB