Kabarinaja.id – Developer asal Chengdu, China, Jotoyo, resmi memperkenalkan Monster Fantasy, sebuah game action RPG baru yang memadukan perburuan monster raksasa dengan aktivitas santai simulasi kehidupan. Kehadiran proyek ini langsung memicu perhatian komunitas global karena menawarkan formula unik dari gabungan beberapa genre populer. Komunitas gamer menganggap proyek ini sebagai perpaduan segar antara mekanik berburu ala Monster Hunter, simulasi sosial mirip Animal Crossing, hingga elemen penjinakan makhluk fiksi seperti Pokémon.
Pemain bakal menjelajahi dunia fantasi bernama Eldoras sebagai seorang petualang yang kehilangan ingatan. Narasi bermula ketika karakter utama memulai lembaran baru dengan menetap di sebuah desa, menjelajahi kerajaan, serta berburu makhluk liar. Berbeda dengan pakem RPG tradisional yang menuntut pemain terus bertarung, Monster Fantasy memberikan kebebasan penuh untuk menentukan ritme permainan sendiri. Aktivitas harian mencakup memancing, menebang pohon, menambang bahan mentah, memasak, hingga membangun fasilitas desa.
Tantangan Berburu 50 Monster Raksasa dan Sistem Kelas
Daya tarik utama permainan ini terletak pada ekosistemnya yang di huni oleh lebih dari 50 jenis monster raksasa. Setiap makhluk membawa karakteristik, habitat, serta pola serangan spesifik yang memaksa pemain memikirkan strategi matang sebelum bertarung. Setelah memenangkan pertempuran, pemain dapat memanen material langka untuk merakit senjata, baju zirah, maupun memproduksi perlengkapan pendukung lainnya.
Petualangan di Eldoras di dukung oleh empat pilihan kelas karakter utama, meliputi Warrior, Mage, Archer, dan Martial Artist. Setiap profesi menawarkan gaya bertarung unik serta pohon keterampilan yang berbeda. Sistem ini membebaskan pemain untuk fokus menguasai satu keahlian tertentu atau bereksperimen dengan seluruh kelas sepanjang perjalanan.
Fitur Penjinakan Makhluk dan Interaksi Sosial Desa
Makhluk buas yang berkeliaran di Eldoras tidak melulu harus berakhir sebagai buruan. Pemain mempunyai opsi untuk menjinakkan monster tertentu setelah menaklukkannya demi di jadikan peliharaan atau rekan di medan pertempuran. Hewan peliharaan ini dapat tumbuh menjadi lebih kuat, berevolusi, bahkan berfungsi sebagai tunggangan untuk mempercepat mobilitas saat menjelajahi peta yang luas. Mekanik koleksi ini memperkuat atmosfer permainan sehingga terasa mirip dengan Palworld.
Sisi simulasi sosial game ini di perkuat oleh kehadiran sekitar 100 karakter penduduk desa yang menetap di sekitar pemukiman. Setiap warga memiliki kepribadian, latar belakang, kesukaan, serta keahlian unik yang berbeda satu sama lain. Pemain bisa mendekati mereka, membangun jalinan pertemanan, hingga mengajak berkolaborasi untuk memperluas skala infrastruktur desa.
Dukungan Multiplayer dan Rencana Rilis
Jotoyo memastikan Monster Fantasy mengusung fitur multiplayer online sejak awal peluncuran. Mode ini memfasilitasi pemain untuk membentuk tim bersama teman dalam menyelesaikan misi perburuan besar, mengeksplorasi wilayah baru, berbagi sumber daya, hingga membangun area pemukiman bersama.
Saat ini, pihak pengembang baru memastikan platform PC via Steam sebagai tujuan utama perilisan Monster Fantasy. Pengembang belum menetapkan tanggal peluncuran komersial secara spesifik, namun kampanye penggalangan dana melalui Kickstarter dijadwalkan meluncur mulai 15 Juli 2026. (Wd/*)









