Kabarinaja.id – Harga emas kembali menunjukkan taringnya pada perdagangan Rabu (6/5/2026). Tren positif ini berlanjut seiring dengan meredanya tekanan inflasi global setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan sinyal positif terkait kemajuan kesepakatan dengan Iran.
Kabar baik dari kancah geopolitik ini berdampak langsung pada pelemahan dolar AS, yang secara otomatis membuat emas menjadi instrumen investasi yang lebih terjangkau bagi para pembeli dunia. Di pasar spot Singapura, harga si kuning ini melesat mendekati level USD 4.630 per ounce.
Bagi Anda yang berencana melakukan transaksi logam mulia hari ini, berikut adalah rincian harga emas 24 karat di Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi.
1. Harga Emas Antam (Logam Mulia)
Melansir laman resmi logammulia.com, harga emas Antam hari ini dipatok pada angka Rp2.790.000 per gram. Menariknya, kenaikan signifikan justru terlihat pada harga buyback atau harga jual kembali yang naik sebesar Rp35.000 menjadi Rp2.580.000 per gram.
Daftar Harga Emas Antam:
-
0,5 gram: Rp1.445.000
-
1 gram: Rp2.790.000
-
5 gram: Rp13.725.000
-
10 gram: Rp27.395.000
-
50 gram: Rp136.645.000
-
100 gram: Rp273.212.000
2. Harga Emas di Pegadaian
Berbeda dengan tren global yang naik, harga emas di Pegadaian (UBS, Antam, dan Galeri24) justru terpantau mengalami koreksi atau penurunan tipis dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.
Rincian Harga per Gram:
-
Emas Antam: Rp2.871.000
-
Emas UBS: Rp2.783.000
-
Emas Galeri24: Rp2.764.000
(Pegadaian menyediakan berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram tergantung jenis vendor).
3. Harga Emas Hartadinata Abadi
Bagi konsumen setia Hartadinata, harga emas hari ini menawarkan opsi yang cukup kompetitif untuk investasi jangka panjang.
Daftar Harga Emas Hartadinata:
-
1 gram: Rp2.674.000
-
5 gram: Rp13.190.000
-
10 gram: Rp26.330.000
-
50 gram: Rp130.900.000
-
1.000 gram: Rp2.610.000.000
Mengapa Harga Emas Berfluktuasi?
Kenaikan harga emas hari ini sangat di pengaruhi oleh pernyataan Presiden Donald Trump mengenai kemajuan diplomasi di Selat Hormuz. Meski ketegangan belum sepenuhnya hilang, harapan akan gencatan senjata yang stabil membuat investor mulai berhitung ulang.
Namun, Anda perlu tetap waspada. Para ahli dari MKS PAMP SA mengingatkan bahwa dalam jangka pendek, harga emas masih dibayangi oleh spekulasi kenaikan suku bunga The Fed. Jika pasar tenaga kerja AS tetap kuat, risiko inflasi bisa memicu kebijakan moneter yang lebih ketat, yang biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas. (Nd/*)







