Bahaya Kebanyakan Makan Telur Setiap Hari, Taruhannya Jantung dan Ginjal

Batas Aman Konsumsi Telur per Hari Menurut Ahli Gizi Agar Bebas dari Risiko Stroke

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bahaya Kebanyakan Makan Telur Setiap Hari, Taruhannya Jantung dan Ginjal (Foto: ingatlah)

Bahaya Kebanyakan Makan Telur Setiap Hari, Taruhannya Jantung dan Ginjal (Foto: ingatlah)

Kabarinaja.id – Bahan pangan hewani satu ini memang menjadi andalan masyarakat karena harganya terjangkau dan padat gizi. Pilihan menu sarapan yang praktis sering kali jatuh pada olahan protein ini karena mampu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Kendati demikian, kebiasaan mengonsumsi bahan makanan ini secara berlebih berpotensi memicu gangguan kesehatan serius. Lonjakan kadar kolesterol jahat (LDL) menjadi ancaman utama akibat penumpukan zat lemak dari kuning telur.

Melalui pemahaman yang benar mengenai porsi harian, Anda dapat terhindar dari komplikasi pembuluh darah. Simak ulasan mendalam mengenai konsekuensi medis akibat konsumsi yang tidak terkontrol berikut ini.

Enam Efek Samping Mengonsumsi Telur Secara Berlebihan

1. Lonjakan Kolesterol Darah

Kuning telur menyimpan kandungan lemak jenuh sekitar 185 hingga 200 miligram per butirnya. Menyantap lebih dari tiga butir setiap hari secara konsisten dapat memicu penumpukan plak pada dinding pembuluh darah arteri.

2. Beban Saluran Pencernaan

Struktur protein dan lemak hewani membutuhkan waktu metabolisme yang jauh lebih lama di dalam lambung. Tanpa asupan serat yang memadai, kondisi ini memicu sensasi begah, perut kembung, hingga memicu naiknya asam lambung.

Baca Juga :  Google Berencana Lepas 32 Juta Nyamuk Steril di Amerika Serikat

3. Reaksi Sensitisasi Alergi

Sistem imunitas tubuh terkadang mengidentifikasi kandungan protein dalam bagian putih telur sebagai ancaman asing. Akibatnya, pelepasan senyawa histamin dapat menimbulkan ruam merah, gatal pada kulit, bahkan gangguan pernapasan.

4. Penambahan Berat Badan

Satu butir pasokan nutrisi ini menyumbang sekitar 70 kalori ke dalam tubuh manusia. Surplus kalori yang tidak dibakar melalui aktivitas fisik akan diubah menjadi jaringan lemak, yang memicu obesitas.

5. Penurunan Fungsi Filtrasi Ginjal

Proses penguraian senyawa protein menghasilkan zat sisa berupa urea serta kreatinin yang harus disaring organ ekskresi. Kinerja organ penyaring urin ini akan berlipat ganda dan berisiko memicu kerusakan struktural jangka panjang.

6. Peningkatan Risiko Serangan Jantung

Penyumbatan aliran darah menuju organ pemompa darah menjadi muara dari tingginya kadar kolesterol LDL. Fenomena klinis ini memperbesar peluang terjadinya penyakit jantung koroner, aterosklerosis, hingga serangan stroke mendadak.

Baca Juga :  4 Rekomendasi Serum Vitamin C untuk Samarkan Flek Hitam di Usia 40+

Batas Aman Konsumsi Telur Harian

Berdasarkan rekomendasi praktisi nutrisi, masyarakat dewasa dengan kondisi fisik prima disarankan mengonsumsi satu hingga dua butir saja per hari. Takaran tersebut sudah ideal guna mencukupi kebutuhan protein harian tanpa mengganggu stabilitas lemak darah.

Bagi individu yang memiliki riwayat medis hiperkolesterolemia, pembatasan ketat wajib di terapkan pada bagian kuning telur. Kelompok ini di sarankan hanya mengonsumsi maksimal tiga sampai empat butir kuning telur dalam waktu satu minggu.

Teknik pengolahan juga memegang peranan krusial dalam menjaga mutu nutrisi makanan yang di konsumsi. Metode merebus atau mengukus jauh lebih di rekomendasikan guna menghindari tambahan lemak trans dari minyak goreng. Pastikan hidangan di masak hingga matang sempurna untuk mengeliminasi potensi kontaminasi bakteri berbahaya. (Wd/*)

Berita Terkait

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk
34 Juta Orang Sudah Periksa Mata, 1,6 Juta Terindikasi Gangguan Penglihatan
3 Manfaat dan Cara Mengolah Kulit Ubi Jalar
Sering Cari Gejala Penyakit di Google? Coba Cek Kesehatan Gratis
Hari Kopi Internasional, Bagaimana Kopi Memengaruhi Jantung?
Jamur Pangan Indonesia Punya Potensi Lebih dari Sekadar Bahan Makanan
Bahaya Headphone Jika Dipakai Terlalu Lama
Cara melindungi anak dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:04 WIB

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:09 WIB

34 Juta Orang Sudah Periksa Mata, 1,6 Juta Terindikasi Gangguan Penglihatan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:49 WIB

3 Manfaat dan Cara Mengolah Kulit Ubi Jalar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Sering Cari Gejala Penyakit di Google? Coba Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Hari Kopi Internasional, Bagaimana Kopi Memengaruhi Jantung?

Berita Terbaru

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya (Foto:  Pemkab Lumajang/rri)

Nasional

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:13 WIB

 Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif (Foto: Medcom/Rafi)

Ekonomi

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:19 WIB

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Kesehatan

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:04 WIB

BMW Garage of JOY 2026 Tawarkan Diskon hingga 90%  (Foto: medcom)

Otomotif

BMW Garage of JOY 2026 Tawarkan Diskon hingga 90%

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:05 WIB