Kabarinaja.id – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh di warnai sejumlah peristiwa tak terduga yang melibatkan hewan kurban. Dalam dua hari berturut-turut, sapi kurban sempat lepas kendali hingga memicu kepanikan warga dan mengganggu aktivitas di sekitar lokasi.
Peristiwa pertama terjadi di Desa Kebun Baru, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Kamis (28/5/2026). Seekor sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mendadak mengamuk ketika panitia bersiap melakukan proses penyembelihan.
Hewan berukuran besar tersebut tiba-tiba memberontak saat hendak di amankan. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung menjauh untuk menghindari risiko terkena serudukan. Situasi sempat membuat suasana yang awalnya khidmat berubah menjadi tegang.
Ali, salah seorang warga yang menyaksikan kejadian itu, mengatakan tidak ada tanda-tanda sapi akan bertindak agresif sebelumnya. Namun dalam hitungan detik, sapi bergerak liar sehingga warga memilih menyelamatkan diri.
Menurutnya, warga dan panitia segera berupaya mengendalikan hewan tersebut agar tidak membahayakan masyarakat yang berada di sekitar lokasi penyembelihan.
Kesaksian serupa disampaikan Siti, warga setempat. Ia menuturkan bahwa anak-anak dan kaum ibu langsung di minta menjauh saat sapi mulai sulit di kendalikan. Beruntung, upaya penanganan berlangsung cepat sehingga situasi dapat kembali aman.
Setelah beberapa saat, panitia bersama warga berhasil menenangkan sapi tersebut. Proses penyembelihan kemudian di lanjutkan sesuai prosedur yang telah di tetapkan.
Sapi Lepas di Sungai Penuh, Pemotor Sempat Jadi Korban
Sehari sebelumnya, insiden lain juga terjadi di Lapangan Merdeka, Kota Sungai Penuh. Pada Rabu (27/5/2026), seekor sapi kurban di laporkan terlepas dari pengawasan panitia dan berlari menuju area jalan yang cukup ramai.
Dalam pelariannya, sapi tersebut menabrak seorang pengendara sepeda motor yang sedang melintas di sekitar lokasi. Benturan itu membuat pengendara terjatuh dan langsung mendapat bantuan dari warga yang berada di sekitar kejadian.
Andi, warga yang ikut menyaksikan proses penangkapan sapi, mengungkapkan bahwa hewan tersebut berlari dengan kecepatan tinggi sehingga cukup sulit di hentikan. Banyak warga turun tangan membantu panitia untuk mengarahkan sapi agar tidak memasuki kawasan yang lebih padat.
Pengejaran berlangsung beberapa saat sebelum sapi akhirnya berhasil diamankan kembali. Arus lalu lintas yang sempat terganggu berangsur normal setelah situasi terkendali.(Tim)









