Kabarinaja.id – Arsenal mencatat lonjakan nilai perusahaan yang signifikan dalam laporan terbaru Football Benchmark. Juara Premier League ini kini menembus posisi kelima dalam jajaran klub paling bernilai di Eropa, memperkecil jarak finansial dengan Manchester United dan Manchester City.
Riset Bloomberg menunjukkan angka valuasi rival sekota Tottenham Hotspur ini meroket 23 persen di bandingkan periode sebelumnya. Angkanya kini menyentuh 4,9 miliar euro atau setara USD 5,7 miliar (sekitar Rp101,87 triliun dengan kurs Rp17.872). Pencapaian tersebut mendongkrak posisi Meriam London naik dua peringkat, tepat di bawah duo Manchester.
Kalkulasi ini menggunakan basis data keuangan musim 2024/2025. Skuad asuhan Mikel Arteta berpotensi meraup pendapatan lebih masif mengingat mereka baru saja mengunci gelar juara Liga Inggris pekan lalu piala pertama setelah puasa 22 tahun. Suntikan dana segar di proyeksikan kembali bertambah lewat laga final Liga Champions pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Pergeseran Peta Kekuatan Finansial Eropa
Klub milik Stan Kroenke ini menempel ketat Manchester United yang mengantongi valuasi 5,1 miliar euro. Sejarah baru tercipta karena Setan Merah terlempar dari posisi tiga besar untuk pertama kalinya sejak sistem peringkat ini di rilis pada 2016.
Posisi puncak masih di kuasai Real Madrid dengan nilai valuasi 7,7 miliar euro setelah mengalami pertumbuhan di atas 20 persen. Los Blancos meninggalkan Barcelona yang tertahan di angka 5,9 miliar euro, mempertegas jurang finansial yang melebar di kompetisi La Liga.
Secara global, Premier League mendominasi pasar dengan mengirimkan sembilan perwakilan dalam daftar 32 besar Eropa. Serie A Italia mengekor di tempat kedua dengan tujuh klub. Beberapa nama baru yang berhasil menembus daftar elite ini meliputi Newcastle United, Galatasaray, Feyenoord, dan LOSC Lille.
Komparasi Performa Finansial Klub Teratas Eropa
| Nama Klub | Valuasi (Euro) | Pertumbuhan Dekade Terakhir | Pendapatan per Kursi Stadion |
| Real Madrid | 7,7 Miliar | Di atas 20% (tahunan) | – |
| Barcelona | 5,9 Miliar | Tertinggal dari Madrid | – |
| Manchester United | 5,1 Miliar | Tren Menurun (Keluar 3 Besar) | – |
| Arsenal | 4,9 Miliar | Hampir 300% | 101 Euro |
| Paris Saint-Germain | Posisi ke-8 | Di atas 400% | 147 Euro |
Sektor komersial dan lini pendapatan sekunder menjadi mesin utama penggerak nilai jual Arsenal. Komposisi harga pasar skuad mereka juga terkerek naik sebesar 246 juta euro. Dalam sepuluh tahun terakhir, valuasi total klub London Utara ini melesat hampir 300 persen, melampaui akselerasi Real Madrid.
Tantangan dari Paris dan Kemunduran Chelsea
Akselerasi jangka panjang Arsenal sebenarnya masih berada di bawah bayang-bayang Paris Saint-Germain (PSG). Sokongan dana dari Qatar Sports Investments dan Arctos Partners membuat pertumbuhan PSG menembus angka 400 persen. Menariknya, PSG akan menjadi batu sandungan terakhir Arsenal di final Liga Champions lusa.
PSG bertengger di peringkat kedelapan meski kapasitas Stadion Parc des Princes hanya menampung 48 ribu penonton. Les Parisiens sangat efisien dengan menghasilkan rata-rata 147 euro per kursi, mengungguli Arsenal yang mencatat 101 euro per tempat duduk.
“Pertumbuhan Arsenal sangat masif dalam beberapa tahun terakhir, baik dari aspek pemasukan maupun nilai pasar pemain,” ujar Andrea Sartori, Chief Executive Officer Football Benchmark. Manajemen keuangan yang ketat dari Stan Kroenke yang juga mengelola Los Angeles Rams di NFL menjadi faktor kunci efisiensi biaya klub.
Kondisi sebaliknya menimpa Chelsea. Valuasi rival sekota Arsenal ini tertahan di angka 3 miliar euro akibat profitabilitas yang lemah dalam beberapa musim terakhir. Sartori menambahkan bahwa prospek pertumbuhan jangka pendek untuk kubu Stamford Bridge berada dalam posisi yang sulit. (Wd/*)









