Kabarinaja.id – PT Astra Honda Motor (AHM) mencatat pertumbuhan penjualan positif untuk produk skutik teranyar mereka, Honda Vario Evo 160. Memasuki pekan kedua setelah resmi mengaspal pada akhir Juni 2026, motor matik bergaya sporti ini mulai merebut hati konsumen di tanah air.
Direktur Marketing PT AHM, Octavianus Dwi Putro, mengonfirmasi bahwa penerimaan pasar terhadap produk baru ini sudah tercermin langsung dari pergerakan angka penjualan yang terus merangkak naik. Konsumen menunjukkan ketertarikan yang tinggi pada berbagai aspek perubahan yang di tawarkan oleh skutik premium ini.
“Sejauh ini banyak aspek di apresiasi, dan kalau sales tercermin, ada kenaikan sedikit lah,” ujar Octa saat di temui di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (9/7/2026).
Saat ini, manajemen AHM fokus mengoptimalkan jaringan distribusi demi menjamin ketersediaan unit di seluruh diler resmi Indonesia. Octa mengakui proses pengiriman untuk wilayah di luar Pulau Jawa membutuhkan waktu logistik yang lebih panjang.
Pihak pabrikan melakukan peluncuran secara bertahap di berbagai daerah. Langkah ini di ambil demi memastikan unit kendaraan sudah siap di diler saat proses pengenalan regional berlangsung.
Kehadiran nama Vario Evo 160 memperkuat dinasti Vario Series yang telah menjadi penguasa pasar roda dua Indonesia sejak awal era 2000-an. AHM sengaja mempertahankan nama besar ini karena memiliki ikatan branding yang sangat kuat di mata masyarakat, namun tetap di sesuaikan dengan tren industri otomotif modern.
Strategi tersebut di wujudkan dengan membagi keluarga Vario ke dalam dua segmen pasar yang berbeda. Model Vario 125 di pertahankan untuk menyasar konsumen yang membutuhkan kelincahan serta utilitas tinggi dengan harga lebih terjangkau.
Sementara itu, varian Vario Evo 160 di posisikan untuk mengisi kelas atas. Skutik ini hadir memenuhi kebutuhan gaya hidup modern perkotaan tanpa menghilangkan fungsi utama sepeda motor sebagai moda transportasi harian.
Sektor dapur pacu menjadi fokus pembaruan utama pada generasi ini. Motor matik ini menggendong mesin eSP+ generasi terbaru berkapasitas 160 cc dengan konfigurasi 4 katup berpendingin cairan yang di rancang minim gesekan.
Jantung mekanis tersebut mampu menyemburkan tenaga maksimal sebesar 11,3 kW pada putaran 8.500 rpm serta torsi puncak mencapai 14,0 Nm pada 6.500 rpm.
Jika membandingkannya dengan Vario 160 terdahulu yang mengusung mesin 156,9 cc eSP+, perolehan tenaga puncak memang tidak mengalami perubahan. Namun, para insinyur Honda berhasil mendongkrak performa torsi dari yang sebelumnya 13,8 Nm menjadi 14,0 Nm.
Menariknya, torsi yang lebih besar tersebut kini dapat di raih pada putaran mesin yang lebih rendah, yaitu 6.500 rpm dari yang semula harus menyentuh 7.000 rpm. Perubahan karakter ini membuat akselerasi motor menjadi jauh lebih responsif, terutama pada putaran menengah yang sering di andalkan saat menghadapi kemacetan kota maupun perjalanan komuter jarak menengah. (Wd/*)









